Kategori
blog bola Euro 2020

FIFA Puskas Award, Penghargaan Tahunan Gol Terbaik Dunia

FIFA Puskas Award merupakan penghargaan tahunan bagi gol terbaik dunia dan akan diumumkan bersamaan dengan ajang FIFA The Best tanggal 17 Januari nanti. 

Penghargaan tertinggi bagi gol terbaik di seluruh kompetisi di dunia ini baru diselenggarakan sejak tahun 2009. Para pemenangnya bukan hanya untuk para pesepakbola terbaik di kompetisi tersohor di Eropa namun mencakup gol yang terjadi di berbagai kompetisi di semua level di jagat bumi ini, baik itu sepakbola putra maupun putri. 

Uniknya, tak semua pemain kelas dunia pernah meraihnya, termasuk Lionel Messi. Penyerang Argentina ini boleh dinominasikan hampir di setiap tahunnya dan memegang rekor menjadi nominasi sebanyak tujuh kali, namun tidak pernah memenangkan sekalipun. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, Neymar, Zlatan Ibrahimovic, James Rodriguez atau bahkan Olivier Giroud dan Son Heung-min yang pernah meraih penghargaan ini. 

JAGO TEBAK SKOR? MAIN DI W88

 

Syarat-syarat Gol di FIFA Puskas Award 

Tak semua gol indah bisa dinominasikan dalam penghargaan ini. Ada sejumlah persyaratan yang mendasari pemilihan gol-gol terbaik setiap tahunnya. Meskipun terkesan obyektif, FIFA tidak sembarangan menyeleksinya karena ada tim teknis dari para pelatih dan eks pemain dibalik proses seleksi tersebut. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi yaitu:

  • Proses terjadinya gol harus indah, dengan berbagai cara seperti teknik rabona, tendangan kalajengking, tendangan salto, aksi individu, kerjasama tim ataupun tendangan jarak jauh. 
  • Gol bukan merupakan hasil bola muntah atau pantulan balik pemain lawan, blunder pemain lawan, karena keberuntungan ataupun karena diuntungkan oleh posisi offside. 
  • Pencetak gol hanya berhak dinominasikan untuk satu gol saja per tahun, meskipun mencetak beberapa gol indah dalam satu tahunnya. 
  • Pencetak gol harus mendukung semangat fair play. 
  • Gol yang dinominasikan berasal dari kompetisi di segala level, baik divisi utama maupun di bawahnya, di turnamen sepakbola putra dan putri. 

Para Nominator 2021

Tiga nama telah diumumkan untuk edisi tahun 2021. Mereka adalah Erik Lamela, Mehdi Taremi dan Patrick Schick. 

Lamela mencetak gol dengan teknik rabona (menendang bola dengan salah satu kaki berada di posisi menyilang dibelakang kaki lainnya) saat masih memperkuat Tottenham musim lalu. Gelandang serang asal Argentina ini mencetak gol tersebut di laga derby London Utara melawan Arsenal di Liga Inggris. Nominator selanjutnya adalah striker FC Porto asal Iran, Mehdi Taremi yang mencetak gol dengan tendangan salto ketika timnya menantang Chelsea di babak perempat final Liga Champions. Sementara, salah satu pencetak gol terbanyak di Piala Eropa, Patrick Schick, mencetak gol indahnya lewat tendangan jarak jauh saat negaranya Republik Ceko membungkam tuan rumah Skotlandia 2-0.Pasang taruhan anda untuk laga-laga musim ini dengan gol-gol terbaik di link alternatif W88.

Mereka telah menyingkirkan delapan nominator lainnya yaitu 

Luis Díaz (COL) – Brazil v. Kolombia (CONMEBOL Copa América 2021)

2.Gauthier Hein (FRA) – Chamois Niortais FC v. AJ Auxerre (Liga Prancis Divisi 2 2020/21)

3.Valentino Lazaro (AUT) – Bayer Leverkusen v. Borussia Mönchengladbach (Bundesliga Jerman 2020/21)

4.Riyad Mahrez (ALG) – Zimbabwe v. Algeria (Babak kualifikasi Piala Afrika 2021) 

5.Sandra Owusu-Ansah (GHA) – Kumasi Sports Academy Ladies FC v. Supreme Ladies FC (Liga Premier Putri Ghana 2021)

6.Vangelis Pavlidis (GRE) – Willem II v. Fortuna Sittard (Liga Belanda 2020/21)

7.Daniela Sanchez (MEX) – Queretaro FC v. Atlético de San Luis (Liga sepakbola Putri Meksiko 2021)

8.Caroline Weir (SCO) – Manchester City WFC v. Manchester United WFC (Liga Super Putri FA 2021)

Pemenang FIFA Puskas Award Sebelumnya

Berikut ini adalah daftar gol-gol terbaik dunia sejak FIFA Puskas Award edisi perdana di tahun 2009.

2009 – Cristiano Ronaldo (Manchester United vs FC Porto di Liga Champions 2009)

2010 – Hamit Altintop (Turki vs Kazakhstan di babak kualifikasi EURO 2012 )

2011 – Neymar (Santos vs Flamengo di Liga Brazil Serie A 2011)

2012 – Miroslav Stoch (Fenerbahce vs Genclerbirligi di Liga Super Turki 2012)

2013 – Zlatan Ibrahimovic (di partai persahabatan antara Swedia vs Inggris)

2014 – James Rodriguez (Kolombia vs Uruguay di Piala Dunia 2014)

2015 – Wendell Lira (Goianesia vs Atletico Goaniense di kejuaraan regional wilayah Goiano Brazil 2015)

2016 – Mohd Faiz Subri (Penang vs Pahang di Liga Super Malaysia 2016)

2017 – Olivier Giroud (Arsenal vs Crystal Palace di Liga Inggris 2107)

2018 – Mo Salah (Liverpool vs Everton di Liga Inggris 2018)

2019 – Daniel Zsori (Debrecen vs Ferencvaros di Liga Hungaria 2019)

2020 – Son Heung-Min (Tottenham vs Burnley di Liga Inggris 2020)

Kategori
blog bola Euro 2020

Prediksi Inzaghi di Final Euro 2020: Italia Menang Tipis Atas Inggris

Pelatih Brescia sekaligus legenda tim nasional Italia, Filippo Inzaghi memberikan prediksinya tentang laga final Euro 2020 antara Italia vs Inggris. Pria yang kini berusia 49 tahun tersebut memprediksi Gli Azzurri akan meraih kemenangan atas The Three Lions meski dengan skor tipis.

Final Euro 2020 yang digelar tahun ini bakal mempertemukan dua negara kiblat sepakbola Eropa, Italia dan Inggris. Kedua tim akan saling berhadapan di Wembley Stadium, Senin (12/07) dini hari WIB.

Timnas Italia tampil perkasa di Euro 2020 ini. Skuat besutan Roberto Mancini menyapu bersih enam pertandingan yang telah dilakoni dengan kemenangan. Terbaru, Gli Azzurri menyingkirkan Spanyol di semifinal lewat adu penalti. Tidak hanya itu, kemenangan tersebut membuat mereka kini tercatat melewati 33 pertandingan di semua ajang tanpa kekalahan.

Catatan impresif Italia itu membuat anak asuh Roberto Mancini lebih diunggulkan di partai final nanti. Begitu pula di bursa taruhan W88 Sport di mana Lorenzo Insigne lebih difavoritkan untuk meraih trofi. Kendati demikian, Inggris punya potensi besar untuk membalikkan prediksi tersebut.

Pujian untuk Timnas Italia

Capaian timnas Italia tak terkalahkan dalam 33 pertandingan merupakan sebuah prestasi tersendiri. Mereka menjadi negara pertama di Eropa yang pernah mencatatkan rekor tersebut. Inzaghi menilai Roberto Mancini telah membangun sebuah tim yang sangat kuat.

“Roberto Mancini telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik dengan menciptakan semangat tim dan fokus pada banyak pemain muda. Misalnya, dia memanggil Nicolo Zaniolo ketika tidak banyak orang yang tahu siapa dia,” ujar Inzaghi kepada La Gazzetta dello Sport.

“Ada banyak talenta hebat di tim, seperti Marco Verratti yang bermain untuk PSG dan Jorginho yang memenangkan Liga Champions bersama Chelsea. Jorginho mengejutkan saya, dia mengukuhkan diri sebagai kandidat Ballon d’Or.”

“Timnas Italia memainkan sepakbola yang indah, memiliki penjaga gawang kelas dunia dalam diri Gianluigi Donnarumma dan punya nilai-nilai yang kuat. Melihat Lorenzo Insigne ketika kehilangan bola lalu berlari mengejar sejauh 70 meter untuk mendapatkannya kembali adalah pesan yang kuat untuk semua orang.”

“Saya menunjukkan rekaman tim Italia ini kepada para pemain saya pada latihan di Brescia.”

Kelemahan Anak Asuh Roberto Mancini

Kendati demikian, Inzaghi tidak menampik bahwa masih ada kekurangan yang harus dibenahi oleh anak asuh Roberto Mancini. Titik terlemah mereka berada di sektor penyerang tengah di mana Ciro Immobile dan Andrea Belotti belum membawa performa apik mereka di klub ke tim nasional.

“Saya harus mengatakan bahwa dua penyerang tengah, pemain yang paling sering mendapat kritik dalam skuat, melakukan pekerjaan dengan baik dan memberi hati serta jiwa mereka untuk tim ini,” sambung Inzaghi.

“Tidak masalah apabila tidak mendapatkan gol dari para penyerang karena kami memenangkan Piala Dunia 2006 dengan gol Marco Materazzi sebagai pencetak gol terbanyak kami.”

Lebih lanjut, Inzaghi berharap agar Ciro Immobile bisa mencetak gol ke gawang Inggris di partai final nanti. Sejauh ini, pemain S.S. Lazio itu sudah mengemas dua gol.

“Harapan saya Immobile bisa cetak gol di final karena saya menilainya sebagai striker yang luar biasa.”

“Dia bermain dengan sangat baik terutama di fase grup, melakukan pekerjaan keras untuk memastikan Italia bisa bermain dengan baik sebagai sebuah tim. Jika ia cetak gol di final nanti maka itu akan menjadi lapisan gula pada sebuah kue.”

Filippo Inzaghi juga menyoroti performa Raheem Sterling di timnas Inggris sejauh ini. Menurutnya, pemain Manchester City harus menjadi pemain yang paling diwaspadai oleh Italia.

“Kami harus mewaspadai kekuatan fisik Inggris. Faktanya mereka berada di kandang sendiri dan Raheem Sterling, jika dia sedang berada dalam performa terbaiknya, maka Anda tidak dapat menangkapnya,” ujar Inzaghi.

Mantan bomber AC Milan ini kemudian memberikan prediksinya untuk laga final antara Italia vs Inggris nanti. Menurutnya, Gli Azzurri akan mampu memenangi pertandingan skor tipis 1-0.

“Italia menang 1-0 dengan gol dari Immobile,” tandasnya.

Kategori
blog Euro 2020 Liga Inggris

Moncer di Euro 2020, Liverpool Ingin Rekrut Lorenzo Insigne

Liverpool dikabarkan bakal belanja cukup besar di musim panas ini guna memperkuat skuat mereka. Salah satu pemain yang masuk ke dalam radar transfer mereka adalah Lorenzo Insigne. Winger tim nasional Italia ini tampil menawan di Euro 2020 yang membuat Jurgen Klopp ingin merekrutnya.

Salah satu sektor yang ingin diperkuat Liverpool adalah lini serang. Jurgen Klopp menginginkan tambahan amunisi baru dengan karakter menyerang supaya lini depan mereka menjadi lebih tajam.

Beberapa nama sudah dikaitkan dengan mereka, salah satunya Kingsley Coman. Namun, transfer ini nampaknya bakal sulit terealisasi karena Bayern Munchen meminta bayaran selangit.

Menurut pakar transfer Eropa, Fabio Santini, Liverpool sudah menemukan opsi alternatif pengganti Coman. Pemain itu adalah Lorenzo Insigne yang saat ini berstatus sebagai pemain Napoli.

Performa Impresif Lorenzo Insigne

Dari penuturan Fabio Santini, tim pelatih Liverpool sebenarnya sudah cukup lama tertarik meminang Lorenzo Insigne. Ia menjadi salah satu pemain andalan Napoli dalam beberapa musim terakhir. Kontribusinya melalui gol dan assist pun selalu konsisten untuk membantu tim asal kota Naples tersebut.Performa apiknya di level klub ternyata menjalar hingga level internasional. Pemain berusia 31 tahun tersebut mampu tampil impresif bersama tim nasional Italia di Euro 2020. Hal ini membuat Jurgen Klopp kian kepincut untuk merekrut Insigne di musim panas ini.

Masih dari laporan Santini, Liverpool punya peluang besar untuk mendapatkan tanda tangan Lorenzo Insigne. Sebab, kontrak sang pemain bersama Napoli akan berakhir di musim panas tahun depan. Sampai saat ini kedua pihak masih belum menemui kata sepakat perihal kontrak baru.

Situasi tersebut membuat Napoli sepertinya akan mengambil opsi melepas Lorenzo Insigne di bursa transfer musim panas ini. Mereka tidak ingin harga sang pemain kian merosot seiring menipisnya kontrak. Klub yang bermarkas di San Paolo ini bahkan bisa saja tidak mendapat uang sepeserpun apabila Insigne hengkang di musim panas tahun depan tanpa adanya kontrak baru.

Di musim panas tahun ini, Napoli sudah menetapkan harga jual Lorenzo Insigne. Mereka menginginkan bayaran setidaknya 40 juta Euro dari klub yang ingin meminang pemain asli jebolan akademi Napoli itu.

Selain Insigne, Liverpool saat ini juga santer diberitakan bakal memboyong satu gelandang baru. Beberapa nama yang sedang dikaitkan dengan mereka antara lain Piotr Zielinski (Napoli), Saul Niguez (Atletico Madrid), Donyell Malen (PSV Eindhoven) hingga Nicolo Barella (Inter Milan).

Kini, Lorenzo Insigne tengah fokus bersama tim nasional Italia untuk menghadapi Inggris di final Euro 2020. Laga ini akan digelar di Wembley Stadium pada Senin (12/07) dini hari WIB. Berdasarkan sejumlah rumah taruhan seperti W88 IndonesiaGli Azzurri punya kans menjadi juara lebih besar ketimbang The Three Lions.

Kategori
blog bola Euro 2020

Toni Kroos Putuskan Pensiun dari Timnas Jerman

Gelandang kharismatik Jerman, Toni Kroos baru saja membuat keputusan besar dalam karirnya sebagai pesepakbola. Pemain berusia 31 tahun itu memutuskan untuk pensiun lebih dini dari timnas Jerman. Padahal, ia sebenarnya masih menjadi andalan bagi Die Mannschaft.

Toni Kroos menjalani debut bersama timnas Jerman pada 3 Maret 2010 silam. Sejak saat itu, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini seakan tidak tergantikan di lini tengah Jerman. Ia turut berperan besar mengantarkan negaranya menjuarai Piala Dunia 2014 lalu.

Pemain yang kini membela Real Madrid tersebut juga masih dipercaya Joachim Low bermain di Euro 2020. Sayang, timnas Jerman harus tersingkir di babak 16 besar setelah takluk dari Inggris dua gol tanpa balas. Mereka pun keluar dari pasar taruhan seperti di situs W88 Sports yang sebenarnya cukup menjagokan mereka.

Beberapa saat yang lalu, Toni Kroos membuat pengumuman yang menyatakan bahwa ia akan pensiun dari timnas Jerman. “Saya sudah bermain sebanyak 106 kali untuk timnas Jerman dan sudah tidak ada lagi penampilan saya di tim ini,” ujar Kroos dalam pernyataan resminya.

Toni Kroos Ingin Fokus ke Klub

Lebih lanjut, pemain jebolan akademi Hansa Rostock ini mengaku bahwa ia ingin lebih fokus kepada klubnya saat ini, Real Madrid.

“Saya sebenarnya sangat berharap bisa menutup karir saya dengan memenangkan Euro namun itu tidak terwujud. Saya sudah membuat keputusan ini sejak lama dan saya tidak akan bermain di Piala Dunia 2022 di Qatar.”

“Alasan saya pensiun dari timnas Jerman adalah ingin fokus dengan tujuan saya bersama Real Madrid dalam beberapa tahun ke depan. Saya ingin punya lebih banyak waktu untuk beristirahat, di mana dalam 11 tahun terakhir saya tidak banyak mendapatkan itu. Saya ingin menghabiskan banyak waktu bersama istri dan ketiga anak saya.”

Pada kesempatan ini, Toni Kroos turut mengucapkan terima kasih kepada pelatih Jerman, Joachim Low. Ia pun tak lupa memberikan semangat kepada calon pelatih baru timnas Jerman, Hansi Flick.

“Pada akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Joachim Low. Dia adalah orang yang menjadikan saya sebagai pemain tim nasional dan juga juara dunia. Ia percaya kepada saya dan kami berhasil menuliskan kisah sukses untuk waktu yang lama.”

“Di kesempatan ini saya juga ingin mendoakan yang terbaik kepada Hansi Flick. Semoga beruntung,” ujar Kroos.

Selama berseragam timnas Jerman, Toni Kroos sudah mencatatkan sebanyak 106 caps. Dari total penampilannya itu, Kroos telah menyumbang sebanyak 17 gol.

Kategori
blog bola Euro 2020

Tak Terbendung, Italia Lewati 30 Laga Tanpa Kekalahan

Tim nasional Italia di bawah asuhan Roberto Mancini mencatatkan rekor impresif. Skuat berjuluk Gli Azzurri itu mampu melewati 30 pertandingan tanpa kekalahan sekaligus menyamai rekor pelatih legendaris, Vittorio Pozzo. Rekor tersebut dicatatkan anak asuh Mancini setelah menang tipis 1-0 atas Wales pada matchday ketiga Grup A Euro 2020, Minggu (20/06) malam WIB. Gol semata wayang yang tercipta pada laga itu dicetak oleh Matteo Pessina di menit ke-39.

Kemenangan tersebut bukan saja membuat Mancini menyamai rekor Vittorio Pozzo melainkan juga membuat Italia lolos ke babak 16 besar Euro 2020 dengan status juara grup. Dengan demikian, mereka akan menghadapi runner-up Grup C di fase knockout mendatang.

Catatan Emas Mancini bersama Italia

Roberto Mancini ditunjuk menangani timnas Italia pada 14 Mei 2018 lalu. Sejak diasuh oleh pelatih berusia 56 tahun itu, Gli Azzurri mampu menorehkan sederet hasil apik. Puncaknya, ia mampu menyami rekor 30 pertandingan tanpa kekalahan yang dimiliki oleh pelatih legendaris, Vittorio Pozzo.

Timnas Italia era Pozzo kala itu menorehkan rekor 30 laga beruntun tanpa kekalahan pada periode 1935 hingga 1939. Roberto Mancini pun berpeluang melewati rekor tersebut andai membawa timnya meraih kemenangan di babak 16 besar nanti.

Kendati demikian, mantan pelatih Manchester City ini memilih untuk merendah. Ia menyebut bahwa capaiannya masih berada jauh dari raihan Pozzo yang telah mempersembahkan banyak trofi.

“Pozzo mampu memenangi banyak trofi penting. Jadi kami masih berada jauh di bawah level itu,” ucap Mancini pasca laga melawan Wales.

Italia di era Vittorio Pozzo memang menjadi salah satu era keemasan negeri Pizza. Selama dilatih sejak tahun 1920 hingga tahun 1940-an, Pozzo mampu mempersembahkan dua gelar Piala Dunia yang membuatnya dicap sebagai sosok pelatih legendaris.

Mancini Enggan Bicara Peluang Juara Euro 2020

Italia sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 bahkan sejak matchday kedua fase grup. Kini, mereka tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan mereka di fase knockout tersebut. Gli Azzurri akan bertemu dengan runner-up klasemen akhir Grup C. Jika menilik klasemen sementara di grup itu, dua negara yang bakal menjadi lawan mereka salah satu dari Ukraina dan Austria.

Roberto Mancini mengantarkan timnya menjadi juara Grup A secara sempurna. Mereka meraih tiga kemenangan, mencetak tujuh gol, dan tanpa sekalipun kebobolan. Meski punya torehan apik selama fase grup, Mancini enggan berbicara lebih jauh mengenai peluang timnya menjuarai Euro 2020. Baginya, semua tim yang lolos ke babak 16 besar punya peluang yang sama untuk keluar sebagai juara.

“Setiap tim yang lolos ke babak 16 besar memiliki peluang untuk jadi juara Euro. Tentu, kami tidak boleh berpikir bahwa kami bisa memenangkan setiap pertandingan atau menerima begitu saja,” ujar Mancini.

Kendati menunjukkan kerendahan hati, tetap saja Italia pada akhirnya menjadi salah satu tim unggulan untuk menjadi juara Euro 2020 ini. Bukan tanpa alasan, torehan apik mereka dalam 30 pertandingan terakhir menjadi bukti nyata bahwa anak asuh Mancini memiliki potensi yang sangat luar biasa.

Apabila menilik beberapa rumah taruhan seperti W88, Italia memiliki saingan kuat untuk menjuarai Piala Eropa ini. Ada negara lain yang difavoritkan meraih trofi di akhir turnamen nanti yaitu Prancis, Jerman, dan Belgia.

Kategori
blog bola Euro 2020

Kolaps di Lapangan, Christian Eriksen Kini Sudah Stabil

Federasi sepakbola Denmark, DBU telah memberikan informasi resmi mengenai kondisi terkini dari salah satu penggawa tim nasional mereka, Christian Eriksen. Mereka menyatakan bahwa kondisi pemain berusia 29 tahun tersebut kini sudah stabil setelah kolaps pada partai melawan Finlandia.

Pertandingan antara Finlandia melawan Denmark di matchday pertama Grup B Euro 2021, Sabtu (13/06) kemarin diwarnai dengan situasi yang menegangkan. Salah seorang pemain Denmark, Christian Eriksen tiba-tiba terjatuh di atas lapangan dan tak sadarkan diri menjelang berakhirnya babak pertama.

PASANG TARUHAN EURO 2020 DI W88

Sontak kejadian ini pun membuat wasit harus menghentikan pertandingan untuk sementara waktu. Tim medis berlarian untuk memberi penanganan darurat untuk menyelamatkan nyawa pemain Inter Milan tersebut.

Pada akhirnya, ia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Christian Eriksen sendiri terlihat sudah sadar ketika ditandu keluar oleh tim medis.

Kondisi Christian Eriksen Sudah Stabil

Sejumlah laporan beredar liar sejak Eriksen ditandu keluar lapangan. Ada banyak kabar yang menyebut bahwa ia sudah berada dalam kondisi stabil.Federasi sepakbola Denmark, DBU akhirnya memberikan pernyataan resmi mereka terkait kondisi terkini sang playmaker. Mereka menyatakan bahwa gelandang milik Inter Milan itu sudah dalam kondisi stabil kendati masih harus dirawat di rumah sakit.

“Pagi hari ini kami sudah berbicara dengan Christian Eriksen, yang juga mengirimkan salam kepada rekan setimnya. Kondisinya sudah stabil dan ia terus dirawat di rumah sakit demi pemeriksaan lebih lanjut.”

“Tim dan staf nasional telah menerima bantuan krisis dan akan terus berada di sana setelah insiden kemarin.”

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas salam tulus kepada Christian Eriksen dari penggemar, pemain, Keluarga Kerajaan Denmark dan Inggris, asosiasi internasional, klub, dan lain sebagainya.”

“Kami mendorong semua orang untuk mengirim salam mereka ke FA Denmark di mana kami akan memastikan mereka semua diteruskan ke Christian dan keluarganya.”

Jantung Eriksen Sempat Terhenti

Dokter tim nasional Denmark, Martin Boesen sempat memberikan pernyataan pasca insiden tersebut. Saat itu ia mengatakan bahwa jantung Christian Eriksen sempat terhenti sebelum akhirnya dilakukan tindakan CPR.

“Dia bernafas dan saya bisa merasakan denyut nadinya. Tapi tiba-tiba itu menghilang,” ujar Boesen kepada AP.

“Dan seperti yang dilihat semua orang, kami mulai memberinya CPR,” sambungnya.

“Kami berhasil mendapatkan Christian kembali dan ia berbicara kepada saya sebelum ia dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Laga antara Finlandia vs Denmark itu sendiri akhirnya dilanjutkan setelah Eriksen dikabarkan telah berada dalam kondisi stabil. Namun, tim nasional Denmark harus menelan pil pahit karena takluk 1-0 dari Finlandia.

Setelah partai melawan Finlandia, Denmark akan melawan Belgia di matchday kedua Grup B Euro 2020. Pada matchday kedua nanti kemungkinan besar Christian Eriksen masih belum bisa kembali bermain. Prediksi pertandingan matchday kedua ini dapat dilihat di situs W88.